• rafraf
  • Kesaksian
  • Komentar Dinonaktifkan pada Silaturahmi dengan Mang Ibo

Silaturahmi dengan Mang Ibo

Minggu, 6 Januari 2013, tim Bumi Makmur Walatra, TaniOrganik.com, menyempatkan diri berkunjung ke Gapoktan Simpatik, Kec. Cisayong, Tasikmalaya. Sambil liburan santai, sambil mencari wawasan baru dari sesama penggiat pertanian organik yaitu Bapak Hendra Kribo atau yang akrab disapa “Mang Ibo”. Beliau ini konon sudah bertahun-tahun bergelut dalam lumpur organik alias pertanian organik, tepatnya membudidayakan padi organik SRI secara mandiri bersama-sama dengan rekan-rekannya dalam wadah Gapoktan Simpatik yang beliau bina. Salutnya, padi hasil produksi Mang Ibo dkk. ini sudah diekspor ke berbagai negara dan telah bersertifikat organik Internasional. Alhasil, Mang Ibo dan Gapoktan Simpatik pun menjadi terkenal, bukan hanya di kawasan sekitar melainkan nusantara dan mancanegara. Luas lahan yang dikelola Gapoktan Simpatik ini sekitar 320 ha yang tersebar di beberapa kecamatan.

Jarak antara markas kami dengan markas Gapoktan Simpatik Mang Ibo memang nggak jauh-jauh amat, cuma 7 km saja. Jadi kami hanya membutuhkan sekitar 15 menit untuk sampai kesana. Kami, dari TaniOrganik.com, terdiri dari Pak Rahmat dan Pak Yudi. Begitu datang, kami disambut hangat oleh Mang Ibo. Bapak berusia 50 tahunan ini nampak masih segar, semangatnya berapi-api bak anak muda. Kami bahkan mengira kalau Mang Ibo ini baru berusia 40 tahun 🙂

hendra-kribo-padi-sri-organik-02
TaniOrganik.com bersilaturahmi dengan kang Hendra Kribo, Penggiat Padi Organik Sri di Tasikmalaya, Jabar

 

Gapoktan Simpati berhasil mendapat sertifikasi
padi organik internasional yakni dari IMO (Institute for Marketecology Organic) yang berbasis di Swiss (situsnya bisa dibuka di www.imo.ch). Adapun sertifikat dari Sucofindo untuk standar sertifikasi organik Indonesia.
Setelah adanya sertifikasi tersebut Gapoktan Simpatik melalui PT Bloom Agro
pada bulan Agustus 2009 melakukan ekspor perdana beras organik ke pasar
Amerika Serikat sebesar 18 ton (Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten
Tasikmalaya). Karena itu, menurutnya, pasar ekspor produk mereka semakin cemerlang dengan adanya pengakuan dari dunia internasional. (Singapura, Amerika, beberapa negara Eropa).

Bincang-bincang mengenai sertifikasi, Mang Ibo menjelaskan bahwa mendakan hal tersebut gampang-gampang susah. Pasalnya harus ada komitmen dan kekompakan di antara para anggota Gapoktan.

hendra-kribo-padi-sri-organik-01
Kang Hendra Kribo bersama rekannya.

aaaa

padi-sri-gapoktan-simpatik
Gapoktan Simpatik binaan Kang Hendra Kribo

Yang terpenting adalah action, action, action… bukan omdo alias omong doang.  Berapa banyak sarjana pertanian kita yang beralih profesi ke bidang lain, bukannya mengembangkan dan mempraktekkan ilmu mereka, malah tidak sedikit yang beralih profesi menjadi tukang bubur… canda mang ibo sambil ketawa renyah…

Mau terjun langsung, karena falsafah SRI menurut bahasa petani yang mudah dimengerti adalah Sabar, Ridho, dan Ikhlas. Harus kuat tekad dan perlu perjuangan. SRI (System Rice of Intensification)

Yang namanya juga usaha, nah, kata “usaha” ini bahwa pasti di sana ada tantangan, yang harus diusahakan atau dicari solusinya, dan ini menuntut fikiran, waktu, harta dan tenaga. Hal ini wajar, untuk segala bidang, termasuk pertanian organik.

allahuma paksakeun, atau allahuma kansa (sungkan-sungkan oge kudu dipaksakeun)

hablun minallah, hablun minannaas, hablun minal lingkungan.

mahluk hidup di darat dan dilangit akan mendoakan kita.

dengan membuat pupuk kompos, berarti kita merawat mahluk Allah, sedangkan dengan menyemprot pestisida, berarti kita membunuh mahluk allah. semoga menjadi amal ibadah yang balasannya kelak akan kita dapat.

Karena terbunuh oleh pestisida dan pupuk kimia, akhirnya mahluk hidup di tanah (baca: mikroorganisme) bukannya berkembang biak malah berkembang beak (bhs. Sunda, beak=habis).

melalang buana ke mancanegara, di antaranya ke Thailand dan Malaysia. Di Thailand, masyarakat sana sudah terbiasa menanam sayuran di pekarangan rumah, misalnya di tiang jemuran dari bambu. Setiap buku bambu dilubangi dan ditanami.

Jangan ada alasan tanah punya kita tidak subur, tidak gembur, jenis tanahnya begini dan begitu, jangan ada alasan sulit air, jangan ada alasan sulit ini dan itu. Sekarang bandingkan kesulitan kita dengan orang Jepun (baca: Jepang) yang menanam padi di atap rumah mereka, atau bahkan menanam bunga atau sayuran di bawah tempat tidur!

padi-pot-organik
Padi pot organik di Gapoktan Simpatik Hendra Kribo

Bayangkan bagaimana para petani padi bisa hidup. Punya lahan 1 hektar saja pendapatan mereka paling banter rp 2 juta — itu untuk hidup 4 bulan, artinya setiap bulan mereka cuma berpenghasilan 500 rb, artinya hanya sekitar 16 rb per hari. Coba mana cukup untuk membiayai keluarga? Apalagi menyekolahkan anak. Yang ada hanya gali lobang dan gali lobang yang tak kunjung habisnya. Yang lebih celaka, gali lobangnya itu sama “si engkos”, alias kosipa… celaka di dunia, celaka di akhirat… 🙂

Merokok itu menguntungkan… eh, mempuntungkan. Artinya rokok yang dihisap akhirnya menjadi puntung rokok… hehehe. Pengennya sih berhenti tapi belum bisa, seloroh Mang Ibo sambil ketawa.

hendra-kribo-padi-sri-organik-03
Kang Hendra Kribo dengan gayanya yang cuek dan banyolannya yang nyeleneh..

Jangan saling menyalahkan, jangan hanya mencibir, jangan hanya mencari kekurangan orang lain atau pihak lain, akan tetapi pikirkan diri sendiri, buktikan karya nyata sendiri, aksi nyata kita mana untuk bangsa ini? Para petani jangan suka menyalahkan pemerintah, jangan banyak berdemo, melainkan dukung program pemerintah. Begitu pun sebaliknya bapak-bapak di pemerintahan yang diberi amanah oleh rakyat jangan mengkhianati petani, melainkan harus bekerja keras dan jujur, di kantor jangan banyak guyon dan nganggur, kerja yang serius, pikirkan bagaimana petani bisa maju, buat program yang baik, duitnya jangan disikat alias dikorupsi bin maling. Jangan sampai ada program bantuan bibit 40 ribu pohon, yang nyampe pada petani cuma 4 pohon… jangan sampai begitu !

 

 

Prinsip budidaya padi organik SRI di antaranya adalah:

  • Tidak menggunakan pupuk kimia
  • Tidak menggunakan pestisida kimia
  • Tidak menggunakan hormon atau ZPT kimia
  • Menggunakan bibit yang berasal dari budidaya organik
  • Tanaman padi tidak digenangi, hanya membutuhkan air minimal (macak-macak)
  • Penanaman benih tidak terlalu dalam, hanya sekitar 0,5 – 1 cm
  • Penanaman hanya 1 pohon, tidak banyak.

 

Harga padi dan beras organik memang lebih baik dibanding nonorganik. Dia memaparkan saat ini eksportir membeli beras organik dari gapoktan sekitar Rp14.000 per kg. Sementara harga gabah kering giling (GKG) terendah untuk padi organik sendiri bisa mencapai Rp5.500 per kg.

“Dibanding gabah biasa di Tasikmalaya ini masih sekitar Rp4.200 kg. Petani yang menanam padi organik jelas mendapat nilai tambah,” katanya.

 

padi-sawah-organik
Hamparan padi organik SRI garapan Gapoktan Simpatik Hendra Kribo

Mau Belajar Budidaya Padi Organik? Undang Saja Mang Ibo!

Nah, bagi yang mau belajar budidaya padi organik, bisa dibantu oleh Mang ibo, bisa dipanggil ke berbagai kota di Indonesia. Sebaiknya dalam bentuk kelompok tani biar ilmunya bisa dinikmati oleh banyak orang sekaligus. Bagi yang sudah berjalan, bisa pula dibantu dalam pembuatan sertifikasi padi organik. Gapoktan Simpatik binaan Mang Ibo sudah memiliki sejumlah kader untuk pendampingan dalam budidaya padi organik, yang bisa dikirim ke berbagai kota.

gapoktan-simpatik-padi-sri-organik-01
Gapoktan Simpatik Padi Organik SRI

Ada banyak ilmu yang didapat…

gapoktan-simpatik-padi-sri-organik-02
Benih bermutu adalah kunci awal keberhasilan budidaya padi organik

 

Harapan Mang Ibo

  • Pertanian organik bisa membumi di seluruh wilayah Indonesia
  • Lahir penerus-penerus baru yang lebih baik dan lebih serius, terutama dari kalangan generasi muda

Minimal produksi padi petani organik kita bisa menandingi petani Thailand yang mencapai produksi 12 ton lebih per ha. Di kita paling banter 7-10 ton. Memang ada yang mencapai 12 ton bahkan lebih, namun hanya segelintir saja.

Kontak Mang Ibo

==================================================

Bapak Hendra Kribo (Mang Ibo), Gapoktan Simpatik. Alamat: Kp. Cidahu, Desa Mekarwangi, Kec. Cisayong, Kab. Tasikmalaya, Jabar. Adapun  nomor telepon/HP tidak kami publikasikan, silakan kontak kami saja (tim TaniOrganik.com) di link berikut…

==================================================

Tidak susah mencari alamat Mang Ibo, karena dekat dari jalan Raya Bandung-Tasikmalaya. Lagi pula mang Ibo sudah terkenal di wilayah Kec. Cisayong. Anda bisa nanya ke orang sekitar sana.

Oleh-oleh Sebelum Pulang

Oya, sebelum kami berpamitan pulang, ada oleh-oleh ilmu dari Mang Ibo untuk pecinta pertanian organik di Indonesia, yaitu:

  • Cara membuat MOL (mikro organisme lokal)
  • Cara membuat pupuk kompos
  • Cara menyortir benih padi berkualitas

Tekniknya sangat sederhana, tidak sulit, siapa pun bisa melakukannya. Kami sudah merangkumnya di laman yang berbeda, silakan klik link-link yang dimaksud. Selamat mencoba, salam hangat dari tim Bumi Makmur Walatra (BMW), TaniOrganik.com