• rafraf
  • Kesaksian
  • Komentar Dinonaktifkan pada Tahap Demi Tahap: Bertani Mentimun Organik (Pak Andi, Tasikmalaya, 2014)

Tahap Demi Tahap: Bertani Mentimun Organik (Pak Andi, Tasikmalaya, 2014)

Pada bahasan kali ini, bersama TaniOrganik, Sahabat akan sama-sama belajar bertani mentimun secara organik. Kita akan praktek langsung sehingga apa yang ditampilkan melalui gambar-gambar nanti adalah sangat aktual, up-to-date, dan terpercaya ūüôā

TaniOrganik memang tidak henti-hentinya memberikan contoh aplikasi langsung bertani organik yang bisa dibilang cukup rinci dan bertahap, dilengkapi dengan gambar-gambar/foto-foto yang mendukung. Kami adalah “semangat anak muda”, yang¬†sangat senang berbagi ilmu bertani dengan para pemirsa di tanah air, meskipun tidak seberapa, karena kami menyadari bahwa salah satu faktor tertinggalnya atau mundurnya pertanian kita dibanding negara-negara jiran adalah karena kurangnya keterbukaan di antara para praktisi untuk saling berbagi ilmu ūüôā

Praktek kali ini dilakukan pada lahan Bapak Andi di Tasikmalaya, Jabar. Pak Andi ini memang masih sangat awam bertani, alias baru kali ini mencoba bertani. Meskipun begitu, semangat bertani organiknya bisa dibilang menggebu-gebu setelah menyaksikan mitra-mitra Bumi Makmur Walatra yang banyak berhasil bertani.

1. Mendapatkan Benih 

Ada ratusan varietas mentimun, mulai dari yang panjang, bulat, kuning, kurus, eksotis, sampai mentimun bergerigi. Kebanyakan kita mengenal mentimun panjang, sebagaimana banyak digunakan untuk acar dan lalap. Mentimun suri termasuk mentimun bulat. Ketimun berada dalam keluarga yang sama dengan labu dan melon.

  • Nama Latin:¬†Cucumis sativus
  • Ukuran: sangat bervariasi
  • Masa panen: bervariasi, tetapi kebanyakan mulai berproduksi pada usia 48 sampai 70 hari, dari semai benih.

Ketimun sebaiknya dipanen sedikit dewasa, namun yang terlalu matang dan kuning biasanya menjadi pahit. Karena tanaman mentimun merambat, sensasinya terasa gatal dan kasar saat disentuh.

2. Mengolah Lahan

Pertama-tama, lahan dicangkuli sampai lembut, kemudian dibuat bedengan-bedengan sebagaimana terlihat pada Gambar 1. Usahakan arah bedengan searah dengan aliran air agar memudahkan dalam pembuangan air, untuk menghindari lahan tergenang saat hujan mengguyur.

Membuat-bedeng-bedeng tanam, posisinya dianjurkan searah dengan aliran air.
Gambar 1. Membuat bedeng-bedeng untuk menanam mentimun

Ukuran bedengan:

  • Panjang: bebas, namun dianjurkan tidak melebihi 25 meter.
  • Lebar : 1 m
  • Tinggi : 60 cm, untuk lahan yang datar, guna menghindari tergenang air saat hujan. Untuk lahan yang miring, semisal di pegunungan, tinggi bedengan cukup sekitar 30-40 cm.
  • Lebar parit : 70 cm

3. Menabur Pupuk Dasar

Lahan yang sudah dibentuk bedengan-bedengan selanjutnya kita berikan pupuk dasar dengan cara ditabur dan diaduk-aduk dengan tanah bagian atas. Setelah tercampur, bedengan dirapikan lagi. Formula pupuk dasar antara lain:

  • Pupuk kandang: ayam/burung/walet/kelelawar/puyuh. Namun dianjurkan digabung dengan pupuk kandang¬†sapi/kambing/kuda, dengan komposisi sama banyak. Dosisnya sekitar 2-3 kg per meter persegi bedengan.
  • Kaptan (kapur pertanian) atau dolomit (bisa dibeli di toko pupuk).¬†Dosisnya sekitar 1 kg per meter persegi bedengan.

Karena kita akan membudidaya secara organik, maka penggunaan pupuk kimia semisal NPK/PHONSKA/ZA/SP/KCL tidak kami berikan. Hal ini tentu berbeda dengan kelaziman para petani kita. Sebagai gantinya, kita akan menggunakan pupuk KOCOR BMW untuk mengganti peran NPK ini. Teknik penggunaannya dijelaskan padan Tahap 4 yang akan dijelaskan di bawah.

Pada contoh praktek di sini, pak Andi hanya menggunakan 10 karung pupuk kandang kambing Etawa yang sudah didiamkan lama, dan hanya sekarung dolomit, untuk luas lahan sekitar  560 m2. Dosisnya memang sangat kecil.

4. Penyemprotan Lahan dengan POC BMW dan NOPATEK

Lahan yang sudah diberi pupuk dasar selanjutnya disemprot secara merata dengan POC BMW dan NOPATEK, digabung. Ada jutaan mikroba penyubur dan pembenah tanah yang dikandung POC BMW, sehingga penyemprotan setelah tabur pupuk dasar sangat tepat. Pupuk kandang atau kompos yang kita tabur diharapkan dapat terurai dengan baik oleh mikroba-mikroba penyubur tersebut. Adapun NOPATEK mengandung mikroba anti penyakit yang akan memerangi patogen-patogen yang berpotensi menyerang tanaman, seperti patogen penyebab layu fusarium, kresek daun, dan phytium.

Dosis aplikasi: 3 tutup POC BMW + 3 tutup NOPATEK + 15 liter AIR 

5. Penutupan Bedengan dengan Plastik Mulsa

Lahan yang sudah disemprot bisa langsung ditutup mulsa, namun sebaiknya didiamkan dulu terbuka selama beberapa hari, misalnya seminggu, baru kemudian ditutup.

6. Mengistirahatkan lahan

Lahan perlu diistirahatkan selama minimal 2 minggu setelah tabur pupuk dasar di atas, untuk memastikan pupuk kandang cukup “dingin” dan tidak membawa masalah pada pertumbuhan tanaman nanti.

7. Pengocoran Lubang Tanam dengan Pupuk KOCOR BMW

Lima hari menjelang benih mentimun disemai, kita perlu memberikan pupuk KOCOR BMW pada masing-masing lubang tanam.¬†KOCOR BMW adalah pupuk makro organik yang akan memberikan “energi” saat benih tumbuh dan berkembang. Pupuk KOCOR BMW juga kaya akan bakteri penyubur dan pembenah tanah.

Produk kami: NOPATEK, ANTILAT, POC BMW, KOCOR BMW
Gambar 2. Produk kami: NOPATEK, ANTILAT, POC BMW, KOCOR BMW

Cara aplikasi:

  • 1 bungkus KOCOR BMW dicampur air 1 tong (150 liter)
  • Diaduk, kemudian kocorkan ke setiap lubang tanam. Dosis 1 gelas minum (200 ml) per lubang.
Setiap lubang tanam, dikocor dengan pupuk KOCOR BMW. 1 gelas per lubang.
Gambar 3. Setiap lubang tanam, dikocor dengan pupuk KOCOR BMW, 1 gelas per lubang.

9. Menyemai Benih Mentimun

Menyemai mentimun tidak perlu di media persemaian khusus, melainkan bisa langsung di lahan. Kita bisa langsung menaruh biji-biji mentimun tersebut di lubang tanam. Ditaruh begitu saja, tidak perlu dikubur. Namun syarat agar benih tumbuh, pastikan lahan kita lembab, tidak kering. Bila kering maka benih akan gagal berkecambah. Oleh sebab itu, pernyiraman perlu dilakukan sebelum tabur benih bila kondisi lahan kering. Cukup disiram lubang-lubang tanamnya saja, sekitar 2 gelas per lubang.

Setiap lubang tanam harus dipastikan lembab agar benih mentimun yang kita taruh bisa berkecambah dan tumbuh.

 Gambar 4. Setiap lubang tanam harus dipastikan lembab agar benih mentimun yang kita taruh bisa berkecambah dan tumbuh.

Sambil menunggu benih berkecambah, penyiraman di hari-hari berikutnya tetap diperlukan bila cuaca terik yang menyebabkan tanah cepat kering.

Dalam 4 hari saja, benih-benih sudah mulai berkecambah.

Benih mentimun sudah mulai berkecambah.

Gambar 5. Benih mentimun sudah mulai berkecambah, ditandai dengan munculnya calon akar berwarna putih

10. Pemasangan Ajir

Benih mentimun yang sudah berkecambah biasanya cepat berkembang menjadi tanaman muda yang pesat perkembangannya. Oleh sebab itu, jika sudah muncul dua daun pertama maka pemasangan ajir atau lanjaran harus segera dilakukan. Jangan menunggu waktu sampai tanaman tinggi sebab pemasangan ajir dikhawatirkan melukai perakaran yang sudah mulai menyebar.

Pemasangan ajir untuk mentimun, jangan sampai terlambat!
Gambar 6. Pemasangan ajir untuk mentimun, jangan sampai terlambat!

Fungsi ajir untuk tanaman mentimun salah satunya adalah untuk menopang tanaman agar tumbuh meninggi secara merambat sehingga buah-buah yang diproduksi nantinya dalam posisi bergelantungan. Tanaman mentimun secara alami memang tumbuh menjalar di permukaan tanah. Akan tetapi agar produksi buahnya tinggi dan kualitasnya lebih baik, terutama agar mendapatkan buah yang mulus-mulus tidak tergores atau terhimpit, maka diperlukan ajir sebagai penopang. Pemasangan ajir idealnya dilakukan saat tanaman berumur 3 sampai 7 hari setelah tanam.

Ajir umumnya dibuat dari bilah bambu, dengan ukuran: panjang 200-250 cm, lebar 3-4 cm. 

Tancapkan ajir di samping tanaman, sekitar 7-10 cm dari pangkal tanaman, dengan posisi miring ke dalam bedengan hingga bersilang di bagian ujung ajir tanaman di depannya. Di titik persilangan diberi galar bilah bambu yang menghubungkan persilangan satu dengan yang lainnya di sepanjang bedengan. Setelah itu, ikat menggunakan tali rafia tepat di titik persilangan ajir agar lebih kokoh.