• rafraf
  • Kesaksian
  • Komentar Dinonaktifkan pada Praktek Langsung Budidaya Terong Bulat Organik (TAHAP 1) – Tasikmalaya, 2014

Praktek Langsung Budidaya Terong Bulat Organik (TAHAP 1) – Tasikmalaya, 2014

Musim hujan telah tiba di kota kami Tasikmalaya, alhamdulillah. Saatnya mempersiapkan diri untuk bercocok tanam. Musim kemarau beberapa bulan kemarin praktis membuat sebagian petani di wilayah kami menghentikan aktivitasnya dari menggarap lahan karena sulitnya mendapatkan air untuk irigasi. Di awal musim penghujan ini, kami padepokan tani organik Bumi Makmur Walatra, tengah membuka lahan di beberapa lokasi untuk ditanami berbagai macam tanaman palawija, padi, dan stroberi. Semuanya kami garap secara organik total. Pestisida dan pupuk kimia mohon maaf kami kesampingkan 🙂

Kali ini kita akan melihat tahapan-tahapan budidaya terong lalap/terong bulat yang akan kami garap secara organik. Pengelolaannya di bawah pengawasan pak Aji, salah satu tim kami Bumi Maakmur Walatra (BMW). Luas lahan 2800 m2. Ketinggian lokasi sekitar 400 dpl.

 1. Pembuatan Bedeng

Pertama-tama lahan dicangkuli sampai lembut untuk kemudian dibuat bedengan-bedengan. Ukuran bedengan: lebar 100 cm, tinggi 50 cm, panjang disesuaikan bentuk lahan. Sedangkan lebar parit 60 cm.

Bersamaan dengan pembuatan bedeng ini, kami mencampurkan pupuk dasar berupa kohe sapi+kambing+ayam. Komposisi boleh 1:1:1, tapi sebaiknya 1:1:2. Tidak ada penambahan pupuk kimia atau pupuk lainnya. Kapur pertanian/dolomit sebaiknya Sahabat tambahkan. Bedengan yang sudah ditaburi pupuk dasar kemudian dirapihkan. Usahakan pupuk kandang tertutup oleh tanah.

 1. Menutup Bedeng dengan Mulsa

2. Mengistirahatkan Lahan

Seperti biasa, bedengan yang sudah diberikan pupuk kandang mesti kita istirahatkan dulu beberapa hari paling tidak 1 minggu, sebaiknya secara terbuka (jangan ditutup mulsa dulu). Tujuannya agar kotoran hewan berangsur “matang” dan gas racun amoniak terbuang ke udara.