• rafraf
  • Kesaksian
  • Komentar Dinonaktifkan pada Panen Padi 5,5 HA. Mulus, Bebas Serangan Hawar Bakteri / Kresek Daun dan Hasil Berlipat (Bpk Suryana, Karawang 2014)

Panen Padi 5,5 HA. Mulus, Bebas Serangan Hawar Bakteri / Kresek Daun dan Hasil Berlipat (Bpk Suryana, Karawang 2014)

Di kala sawah padi para tetangga banyak yang ‘kolaps’ akibat serangan penyakit jamur patogen dan hawar bakteri (kresek daun), alhamdulillah mitra kami Bapak Suryana di Karawang dapat bernafas lega sebab tanaman padinya yang cukup luas itu – sekitar 5 hektar lebih – dapat tumbuh subur tanpa terserang hama dan penyakit yang berarti. Hal ini konon cukup kontras dengan sawah para tetangga di sekitarnya.

Bapak Suryana memang mitra kami yang sudah berulang-ulang menggunakan produk kami, Bumi Makmur Walatra, untuk mendukung budidaya padinya. Beberapa musim mengaplikasikan POC BMW, ANTILAT dan NOPATEK, alhamdulillah panen padinya selalu memuaskan. Sejumlah masalah yang sebelumnya selalu menjadi kendala Bapak Suryana, seperti serangan blast, kresek daun, wereng, walangsangit, tungro, dan lainnya, sekarang alhamdulillah sudah bisa terkendalikan, dengan cara yang simpel, aman dan relatif murah.

Tanaman padi Bapak Suryana, tampak sehat dan subur sejak usia muda.
Gambar 1. Tanaman padi Bapak Suryana, tampak sehat dan subur sejak usia muda.

Seperti kita ketahui, Karawang termasuk salah satu lumbung padi nasional. Serangan hawar daun/kresek termasuk salah satu penyakit yang sering dikhawatirkan para petani padi setempat, hal ini karena dampaknya bisa berat, terlebih di musim hujan seperti sekarang ini. Kerugian bisa mencapai 60% populasi bila tak segera ditanggulangi dengan baik.

Penyemprotan rutin POC BMW dan NOPATEK, alhamdulillah membantu tanaman padi tetap sehat dan tahan penyakit.
Gambar 2. Dengan penyemprotan rutin POC BMW dan NOPATEK, alhamdulillah membantu tanaman padi tetap sehat dan tahan penyakit.

Penyakit kresek disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae.pv oryzae. Genus Oryza itu sendiri diperkirakan terdiri dari 25 spesies, menyebar dengan subur di wilayah-wilayah beriklim tropis dan subtropis, khususnya di Asia Selatan termasuk Indonesia, Philipina, Jepang dan India. Penyakit ini pertama dikenali di Fukuoka Jepang pada tahun 1884-1885.

Bakteri Xanthomonas oryzae menyerang tanaman padi dengan cara sistemik. Mereka berkembang di dalam jaringan pengangkutan makanan pada tanaman padi. Menyumbat pembuluh tanaman sehingga air dan zat makanan tidak dapat tersalurkan dengan baik ke seluruh bagian tanaman. Karena itulah muncul gejala daun kekuningan, lalu coklat, layu dan mati di tepi daun. Pada persemaian, penyakit kresek juga menyebabkan daun menjadi kuning dan akhirnya kering/mati. Pada cuaca atau kondisi lahan yang lembab, infeksi Xanthomonas oryzae bisa tak terkendali dan mudah menyebar dengan cepat di antara tanaman.

Pengalaman berabad-abad bercocok tanam padi bagi bangsa kita, yang diwarisi sejak nenek moyang, rupanya belum juga mampu dengan mudah menangkal dan mengatasi serangan penyakit padi, khususnya kresek daun. Para petani sering keteter, sulit sekali membendung serangan ini padahal sudah berbagai obat digunakan. Kenapa bisa demikian??

Mulus dan suburnya tanaman padi sejak awal, menghasilkan panen yang sangat memuaskan!
Gambar 3. Mulus dan suburnya tanaman padi sejak awal, menghasilkan panen yang sangat memuaskan!

Tanah!! Itulah kuncinya. Kesehatan tanah merupakan hal yang utama dan paling pokok untuk menghasilkan tanaman padi yang sehat, lebih tahan dan terhindar dari serangan penyakit. Ketahuilah bahwa sebagian besar penyakit tanaman sering bermula dari tanah atau media tanam yang bermasalah. Pola budidaya yang beberapa dekade ini mengedepankan konsep kimiawi, yakni penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia secara terus menerus dan apalagi dengan dosis tinggi, telah merusak habitat dan ‘kesehatan’ tanah secara intens. Celakanya, kerusakan ini tidak disadari oleh petani sendiri karena rendahnya ilmu pengetahuan dan kurangnya rasa kepedulian.

Karena itulah, untuk menghasilkan tanaman padi yang sehat dan terhindar penyakit, upaya pendekatan yang kami lakukan adalah bagaimana mengondisikan tanah supaya sehat terlebih dahulu sebelum ditanami. Kedengarannya seperti kompleks dan rumit, namun sebenarnya yang kami lakukan sederhana saja. Sejak awal, Bapak Suryana sudah kami sarankan untuk menerapi tanah terlebih dahulu sebelum mulai ditanami, atau pada saat olah lahan pertama kali. Penyemprotan lahan dengan NOPATEK yang digabung dengan POC BMW sudah cukup sangat membantu. Selain dapat menekan ancaman penyakit (baik penyakit bakteri maupun cendawan), terapi dengan NOPATEK dan POC BMW juga memberi pengaruh yang signifikan pada kembalinya kesuburan tanah secara berangsur-angsur, yang telah rusak akibat pengaplikasian kimiawi. NOPATEK dan POC BMW, mengandung sejumlah mikroba pilihan yang insya alloh dapat diandalkan dalam memerangi penyakit dan menyuburkan tanah. Dengan POC BMW, Sahabat pun dapat menghemat penggunaan pupuk sampai lebih dari separuhnya!

Itulah konsep sederhana dari kami yang bisa Sahabat coba. Dengan teknik yang simpel ini, bukan semata penyakit kresek/hawar daun yang bisa ditekan, namun juga penyakit “akut” lainnya yang kerap menyerang tanaman padi seperti Blast ( jamur Pyricularia oryzae), Bercak coklat ( jamur Cochliobolus miyabeanus), Hawar selubung (jamur Rhizoctonia Solani), Sawada (jamur Sarocladium Oryzae).

UPAYA PENDUKUNG

Selain melakukan terapi lahan seperti yang dijelaskan di atas, Sahabat Organik juga dianjurkan menerapkan upaya-upaya pengendalian lainnya dengan menerapkan pola tanam yang baik, diantaranya:

  • Gunakan varitas benih yang berkualitas, yang telah teruji lebih tahan penyakit.
  • Terapkan pola budidaya organik, dan secara bertahap meninggalkan kimia.
  • Bila Sahabat masih menggunakan kimia, hindari pemupukan berlebihan terutama pupuk yang mengandung Nitrogen (seperti Urea, ZA, NPK).
  • Hindari penggunaan Bakterisida karena bisa membunuh bakteri dan mikroba penyubur lainnya di dalam tanah.
  • Hindari tanaman terluka, misalnya tanaman dipotong, agar masuknya bakteri penyakit dapat ditekan.
  • Hindari lahan terlalu lembap, misalnya dengan menerapkan sistem pengairan terputus sehingga kelembaban dapat diatur.
  • Atur jarak tanam, jangan sampai terlalu padat.
  • Lakukan penggiliran vareitas, atau pergiliran jenis tanaman

Demikian tips-tips dari kami semoga dapat membantu dan bermanfaat. Untuk konsultasi lebih jauh, silahkan hubungi kami di:

Tlp: 0821-1547-5387
WhatsApp: 0896-6673-9495
BBM: 53551D73

Wassalamu’alaikum…